SPBU Perbatasan Ketungau Tengah–Ketungau Hilir Diduga Jual Solar Rp20 Ribu per Liter, Warga Keluhkan Harga Tinggi

Suaraindonesia.id, Sintang, Kalbar – Sejumlah masyarakat di wilayah perbatasan Kecamatan Ketungau Tengah dan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, mengeluhkan tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dijual di salah satu SPBU milik pengusaha bernama Adi Yosep.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, solar tersebut diduga dijual kepada masyarakat pengantri dengan harga mencapai Rp20 ribu per liter. Harga tersebut dinilai jauh di atas harga normal BBM subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

Warga mengaku terpaksa membeli solar dengan harga tinggi karena kebutuhan operasional kendaraan dan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini disebut sangat memberatkan masyarakat, terutama para sopir angkutan dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada BBM solar.

“Kalau benar dijual sampai Rp20 ribu per liter tentu sangat memberatkan masyarakat. Apalagi solar subsidi seharusnya diperuntukkan bagi rakyat kecil,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Praktik penjualan BBM subsidi di atas harga ketentuan dapat berpotensi melanggar aturan perundang-undangan. Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas), penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM subsidi dapat dikenakan sanksi pidana berat.

Pasal 55 UU Migas menyebutkan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi pemerintah dapat dipidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

Selain itu, praktik penyimpanan maupun distribusi BBM tanpa izin usaha juga dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 53 UU Migas.

Masyarakat meminta pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum dan instansi pengawas distribusi BBM subsidi, segera turun tangan melakukan pengecekan langsung di lapangan agar penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat kecil.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait dugaan penjualan solar dengan harga tinggi tersebut.

Tim Red